Cara Menyimpan Biji di Gudang yang Aman dari Tikus

 

 

Perlindungan biji – Permasalahan yang paling sering dijumpai pada gudang penyimpanan komoditas pangan adalah hama tikus. Gudang penyimpanan yang tidak dirawat dan dijaga dengan baik akan mudah dimasuki oleh tikus yang kemudian akan merusak bahan-bahan yang disimpan.

Biji merupakan bahan pangan yang mudah mengalami penurunan mutu selama proses penyimpanan. Perlindungan biji yang baik akan mampu mempertahankan kualitas biji ketika proses penyimpanan.

Penyimpanan biji

Biji yang telah dipanen memiliki kecenderungan mengalami penurunan kualitas dan kuantitas selama penyimpanannya.

Penurunan kuantitas dapat disebabkan oleh berbagai jenis hama salah satunya adalah tikus. Oleh karena itu, perlindungan biji menjadi kunci utama yang harus dilakukan selama proses penyimpanan biji di gudang.

Untuk menghindari kerusakan kualitas biji akibat tikus, biji harus disimpan di dalam tempat tertutup yang tidak bisa dijangkau oleh tikus.

Sebelum penyimpanan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum proses penyimpanan dilakukan agar perlindungan biji dapat dilakukan dengan sukses.

Pertama, keringkan dan bersihkan biji yang akan disimpan. Waktu pengeringan bergantung dari kondisi cuaca saat pengeringan dilakukan. Anda juga dapat melakukan pengecekan kadar air di dalam biji dengan cara memecahkan biji, jika biji pecah berarti biji sudah cukup kering sehingga aman untuk disimpan.

Kedua, lakukan pengadukan secara berkala ketika melakukan proses pengeringan biji untuk memperoleh hasil pengeringan yang seragam.

Ketiga, tutupilah biji untuk memberikan perlindungan biji dari angin dan debu.

Keempat, sanitasi dan desinfeksi dapat memberikan perlindungan pada gudang penyimpanan biji secara lebih menyeluruh.

Kelima, hindari menyimpan biji pada karung penyimpanan yang telah rusak.

Keenam, hindari menyimpan biji pada area yang basah atau lembab.

Setelah penyimpanan

Nah, setelah melakukan beberapa hal sebelum penyimpanan biji selanjutnya Anda harus mempersiapkan beberapa hal setelah penyimpanan biji dilakukan.

Atap

Perlindungan biji harus memperhatikan higienitas lingkungan penyimpanan yang meliputi bagian dalam gudang seperti atap.

Lakukan inspeksi atau pengecekan terhadap adanya serangga dan juga tikus secara berkala. Bersihkan atap sesering mungkin agar tidak dijadikan sarang hama.

Penyimpanan biji

Waktu pemanenan dan penanaman berikutnya biasanya memiliki jeda waktu selama 7-10 bulan tergantung pada jenis tanaman. Perlindungan biji harus dilakukan dengan cermat, karena kualitas biji yang akan disemai bergantung pada kualitas penyimpanannya.

Perawatan biji

Perlindungan biji selama penyimpanannya juga perlu memperhatikan perawatan khusus seperti pengeringan dan kebersihan biji. Kelembaban dan kadar air akan mengakibatkan biji mudah mengalami kerusakan akibat adanya respirasi mikroorganisme seperti mikroba dan jamur yang dapat merusak mutu biji.

Lokasi penyimpanan biji

Pemilihan lokasi penyimpanan biji juga menentukan kesuksesan usaha perlindungan biji. Simpanlah biji secara terpisah dari tanaman jenis lainnya. Penyimpanan biji dilakukan pada ruangan atau bilik yang terbuat dari batu bata atau semen.

Pertahankan kondisi biji agar tetap kering, dingin, bersih, dan aman dari serangan hama tikus. Lakukan pengecekan terhadap stok biji secara rutin untuk menjaga kelembaban biji dan juga keamanan biji dari serangan hama.

Gudang yang aman dari serangan hama tikus

Gudang yang digunakan untuk menyimpan biji harus dipastikan dalam kondisi aman agar dapat memberikan perlindungan biji dari serangan hama tikus.

Gudang tradisional

Gudang tradisional terbuat dari material-material lokal seperti bambu, tanah liat, lumpur, jerami, kain goni, batu bata, dan kayu. Gudang tradisional dibagi menjadi dua kategori:

  • Gudang yang terbuat dari tanah liat tidak terbakar atau terbakar, lempengan batu, atau batu bata yang digunakan untuk menyimpan biji-bijian dan kacang polong. Gudang ini memberikan perlindungan biji dengan cara membatasi jumlah aliran udara yang masuk, namun sayangnya kurang efektif dalam mengatasi hama tikus dan udara lembab.
  • Gudang yang terbuat dari bambu, kayu, jerami, atau material kering dari tanaman yang digunakan untuk menyimpan biji padi dan jagung. Gudang ini memberikan perlindungan biji dengan cara membiarkan aliran udara keluar dan masuk gudang untuk proses pengeringan, namun juga tidak efektif dalam mencegah hama tikus masuk gudang.

Gudang yang telah diimprovisasi

Gudang ini adalah hasil improvisasi dari gudang tradisional yang menggunakan material seperti batu bata, tanah liat, dan batu namun telah diperbaiki kualitasnya dengan menambahkan lembaran polietilen di antara dua lapisan batu bata. Struktur gudang ini juga lebih aman untuk proses fumigasi.

Gudang untuk perlindungan dari hewan pengerat

Hewan pengerat seperti tikus khususnya dapat membawa dampak buruk bagi gudang penyimpanan komoditas pangan karena dapat membahayakan kesehatan konsumen yang akan mengkonsumsi bahan pangan yang terkena air liur dari tikus.

Cara pengendalian tikus pada gudang penyimpanan biji dapat dilakukan dengan cara menjaga wadah penyimpanan biji agar aman dari jangkauan tikus dan menjaga sanitasi ruangan gudang dari kotoran.

Agar perlindungan biji lebih aman dari jangkauan tikus, maka Anda dapat memberikan jebakan tikus dan melakukan fumigasi gudang.

Leave a Comment