Apa itu GERD?

GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah sebuah penyakit pencernaan yang mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan. Kondisi kronis yang ditandai yaitu mulas dan gejala lain seperti kesulitan menelan, sakit tenggorokan, nyeri dada, mual dan muntah.

Gejala bisa jarang atau berulang dan biasanya berlangsung lebih dari dua minggu. Dalam kasus yang jarang terjadi, penderita GERD dapat mengalami komplikasi seperti luka di kerongkongan (striktur esofagus), kerongkongan Barrett, pendarahan dari luka di kerongkongan (varises esofagus), atau kanker lambung atau tenggorokan. Ketika kondisi ini benar-benar terjadi, mereka sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian jika tidak segera diobati.

Kebanyakan orang yang didiagnosis dengan GERD mengalami gejala ringan hingga sedang. Bagi mereka yang mengalami gejala yang lebih parah, obat dapat diresepkan oleh dokter. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengobati penyebab yang mendasari atau komplikasi yang terkait dengan refluks (seperti luka berdarah pada lambung).

Apa Penyebab GERD?

GERD disebabkan oleh proses yang disebut refluks, yang terjadi ketika asam di lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Ini bisa terjadi ketika otot-otot di bagian bawah kerongkongan menjadi lemah atau kendur dan membiarkan makanan masuk ke perut terlalu cepat (biasanya sambil berbaring). Refluks asam esofagus juga dapat terjadi ketika otot bagian bawah antara kerongkongan dan lambung menjadi lemah atau kendur, menyebabkan makanan naik dari perut ke kerongkongan (disebut penyakit refluks gastroesofageal – GERD).

GERD sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun, dan dikaitkan dengan obesitas, merokok, kehamilan, dan konsumsi alkohol berat. Ada sejumlah obat yang juga dapat meningkatkan peluang Anda terkena GERD seperti diuretik (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi), beberapa antidepresan, lithium (digunakan untuk mengobati gangguan bipolar) dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen.

Banyak komplikasi yang terkait dengan refluks dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup Anda untuk menghindari situasi yang memperburuk gejala, dan ini akan sering meringankan atau mengurangi kebutuhan akan obat-obatan.

Lansoprazole untuk Mengobati GERD

Lansoprazole adalah penghambat pompa proton yang mencegah perut Anda memproduksi terlalu banyak asam. Ini digunakan untuk mengobati GERD (penyakit refluks gastroesofagus) yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan yang menyebabkan mulas dan gejala lainnya.

GERD dapat diobati dengan menggunakan Lansoprazole, tetapi ada perawatan lain yang tersedia. Dokter mungkin meresepkan Nexium atau Prevacid. Obat-obatan ini juga merupakan penghambat pompa proton tetapi memiliki efek yang lebih kuat dalam mengurangi produksi asam di perut Anda.

Lansoprazole banyak dijual di apotek ataupun toko obat. Harga Lansoprazole cukup terjangkau untuk anda beli untuk menangani penyakit GERD atau gangguan perut lainnya yang dialami oleh Anda.

Leave a Comment